Bagian 01
Mengapa penentuan ukuran posisi lebih penting daripada analisis
Sebagian besar trader fokus pada titik masuk: kapan harus membeli, kapan harus menjual, dan pola mana yang bisa diandalkan. Hanya sedikit yang memperhatikan ukuran posisi. Ini adalah kesalahan. Seorang trader dengan tingkat kemenangan 80% yang menggunakan ukuran posisi terlalu besar pada akhirnya akan mengalami rentetan kerugian yang menghabiskan seluruh saldo akunnya. Sebaliknya, seorang trader dengan tingkat kemenangan 45% yang mengatur ukuran posisi dengan tepat dapat bertahan cukup lama hingga keunggulannya terwujud.
Penentuan ukuran posisi adalah hal yang membedakan trader yang mampu bertahan di minggu-minggu sulit dengan trader yang tidak.
Penentuan ukuran posisi adalah hal yang membedakan trader yang mampu bertahan di minggu-minggu sulit dengan trader yang tidak.
Bagian 02
Aturan persentase risiko
Pendekatan yang paling umum digunakan adalah aturan persentase risiko. Trader menentukan terlebih dahulu berapa persentase dari saldo akun yang bersedia mereka rugikan pada setiap transaksi tunggal, kemudian menyesuaikan ukuran posisi sehingga stop loss sama dengan jumlah tersebut. Angka yang umum digunakan adalah 1% per transaksi untuk trader konservatif, 2% untuk yang moderat, dan jarang melebihi 3% untuk trader ritel mana pun. Aturan 1% berarti bahwa bahkan serangkaian sepuluh kerugian berturut-turut, yang jarang terjadi tetapi bukan tidak mungkin, hanya menghabiskan sekitar 10% dari saldo akun, bukan seluruhnya.
Bagian 03
Perhitungan
Ukuran posisi dihitung berdasarkan tiga parameter: saldo akun, persentase risiko per transaksi, dan jarak dari titik masuk ke stop loss yang diukur dalam pip.
Rumusnya: ukuran posisi (dalam lot) = (ukuran akun × persentase risiko) dibagi (stop loss dalam pip × nilai pip per lot).
Contoh perhitungan: akun sebesar $10.000, dengan risiko 1% per transaksi ($100), dan stop loss 50 pip pada pasangan mata uang EUR/USD, di mana nilai pip per lot standar sekitar $10.
Ukuran posisi = $100 dibagi (50 x $10) = 0,2 lot, atau dua lot mini.
Jika transaksi menyentuh level stop, kerugiannya sebesar $100. Jika trader yang sama menggunakan stop loss 100 pip dengan tingkat risiko 1% yang sama, ukuran posisinya akan menjadi 0,1 lot. Stop loss yang lebih lebar memerlukan ukuran posisi yang lebih kecil.
Bagian 04
Mengapa ukuran posisi berbeda dengan ukuran lot
Trader pemula sering kali menentukan ukuran posisi berdasarkan apa yang terasa wajar, seperti 1 lot, dan menerapkannya pada setiap transaksi tanpa memperhitungkan jarak stop loss. Ini adalah pendekatan yang salah. Ukuran posisi seharusnya dihitung berdasarkan stop loss, bukan ditentukan terlebih dahulu. Posisi 1 lot yang sama dapat berisiko $100 dengan stop loss 10 pip atau $500 dengan stop loss 50 pip. Tanpa menentukan ukuran posisi berdasarkan risiko, trader tidak memiliki kendali atas berapa biaya sebenarnya dari setiap transaksi.
Bagian 05
Panduan praktis
Tentukan persentase risiko Anda sebelum membuka posisi, bukan setelahnya. Hitung ukuran posisi berdasarkan stop loss. Hindari mengubah aturan tersebut setiap kali melakukan transaksi. Hindari godaan untuk menambah ukuran posisi setelah meraih kemenangan beruntun atau menguranginya setelah mengalami kerugian beruntun. Konsistensi adalah kuncinya. Aturan ini hanya akan berhasil jika diterapkan setiap saat.
Baca selengkapnya
Tiga panduan lagi yang patut Anda simak