Kembali ke semua panduan
Panduan Perdagangan

Empat sesi utama pasar valuta asing

Waktu baca: 7 menitPemula

Pasar valas buka 24 jam sehari, lima hari seminggu, namun tingkat aktivitasnya tidak sama di setiap waktu. Aktivitas pasar berpusat di empat pusat keuangan utama: Sydney, Tokyo, London, dan New York. Setiap sesi memiliki karakteristiknya sendiri, pasangan mata uang yang cenderung bergerak, serta pola pergerakan harga yang khas. Memahami kapan setiap sesi tersebut aktif dapat membantu para trader memilih pasangan mata uang yang tepat untuk diperdagangkan serta waktu yang tepat untuk memantau pasar.

Bagian 01

Penjelasan mengenai keempat sesi tersebut

Sesi Sydney dibuka lebih dulu setiap minggunya, sekitar pukul 21.00 GMT pada hari Minggu. Sesi ini merupakan yang terkecil dan paling sepi di antara keempat sesi tersebut. Sesi Tokyo dibuka sekitar pukul 23.00 GMT dan mendominasi jam perdagangan Asia. Sesi London dibuka sekitar pukul 07:00 atau 08:00 GMT tergantung pada waktu musim panas, dan merupakan sesi terbesar secara global berdasarkan volume. Sesi New York dibuka sekitar pukul 12:00 atau 13:00 GMT dan tumpang tindih dengan paruh kedua sesi London, sehingga menghasilkan jam-jam tersibuk dalam hari perdagangan.

Bagian 02

Tumpang tindih sesi

Ada dua periode tumpang tindih yang sangat penting. Tumpang tindih Tokyo-London, kira-kira pukul 07:00 hingga 09:00 GMT, menandai peningkatan likuiditas saat para pedagang Asia menutup sesi mereka dan para pedagang Eropa membuka sesi mereka. Tumpang tindih London-New York, kira-kira pukul 12:00 hingga 16:00 GMT, merupakan jendela perdagangan paling aktif sepanjang hari, dengan kedua pusat perdagangan tersebut beroperasi secara bersamaan. Sebagian besar pergerakan harga intraday terbesar pada pasangan mata uang utama terjadi selama jendela ini.

Bagian 03

Pasangan mana saja yang diperdagangkan dalam setiap sesi

Pasangan mata uang yang berbeda menunjukkan sebagian besar pergerakan hariannya pada sesi yang berbeda. Pasangan mata uang yang melibatkan yen (USD/JPY, EUR/JPY, GBP/JPY) cenderung paling aktif bergerak selama sesi Tokyo. Pasangan mata uang euro dan pound sterling (EUR/USD, GBP/USD, EUR/GBP) mengalami aktivitas paling tinggi selama sesi London dan tumpang tindih antara sesi London dan New York. Indeks dolar AS dan pasangan mata uang dolar AS paling aktif selama sesi New York, terutama sekitar waktu rilis data ekonomi AS. Pasangan mata uang yang melibatkan dolar Australia atau dolar Selandia Baru mengalami pergerakan terbesar selama sesi Sydney dan awal sesi Tokyo.

Bagian 04

Volatilitas tidak sama dengan peluang

Volatilitas tidak sama dengan peluang.

Volatilitas yang lebih tinggi tidak selalu berarti peluang yang lebih besar. Sesi yang paling volatil adalah sesi di mana seorang trader memiliki informasi terbaik, setup yang paling jelas, dan strategi yang tepat. Seorang scalper dapat memanfaatkan tumpang tindih waktu antara sesi London dan New York. Seorang swing trader mungkin lebih memilih sesi Asia yang lebih tenang untuk membuka posisi sebelum volatilitas di sesi Eropa. Sesuaikan sesi dengan strategi, bukan sebaliknya.

Bagian 05

Kapan sebaiknya TIDAK melakukan trading

Ada dua periode yang sebaiknya dihindari. Periode satu jam terakhir sebelum sesi perdagangan utama ditutup, ketika likuiditas menipis dan pergerakan harga menjadi tidak stabil. Serta 30 menit pertama setelah rilis data ekonomi penting, ketika selisih harga melebar dan volatilitas melonjak secara tak terduga. Kedua periode tersebut dapat memicu pergerakan harga yang signifikan, namun sulit untuk diperdagangkan dengan pengendalian risiko yang konsisten. Banyak trader profesional memilih untuk tidak bertransaksi sama sekali selama periode-periode tersebut.

Baca selengkapnya

Tiga panduan lagi yang patut Anda simak

Terapkan apa yang telah kamu pelajari

Buka akun JT Markets dalam hitungan menit dan mulai bertransaksi di MetaTrader 5.