Bagian 01
Hubungan dolar
Harga emas di pasar internasional ditetapkan dalam dolar AS. Ketika dolar menguat, harga emas menjadi lebih mahal dalam mata uang lain, yang menekan permintaan internasional dan cenderung mendorong harga turun. Ketika dolar melemah, hal sebaliknya terjadi. Korelasi terbalik antara emas dan indeks dolar AS (DXY) merupakan salah satu hubungan yang paling konsisten dalam perdagangan makro. Hubungan ini tidak sempurna; harga emas bisa naik meskipun dolar AS menguat jika faktor-faktor lain cukup kuat. Namun, hubungan ini adalah lensa pertama yang digunakan sebagian besar pedagang emas untuk membaca grafik.
Bagian 02
Suku bunga riil
Emas tidak memberikan bunga. Ketika suku bunga riil (suku bunga nominal dikurangi inflasi) tinggi, menyimpan emas memiliki biaya peluang yang tinggi: investor bisa saja memilih untuk membeli obligasi pemerintah dan memperoleh imbal hasil riil sebagai gantinya.
Ketika suku bunga riil rendah atau negatif, biaya peluang menghilang dan emas menjadi relatif lebih menarik.
Inilah sebabnya mengapa harga emas cenderung naik ketika bank sentral menurunkan suku bunga dan cenderung melemah ketika kenaikan suku bunga lebih cepat daripada laju inflasi. Perhatikan imbal hasil Surat Utang Negara AS Berjangka 10 Tahun yang Dilindungi Inflasi (TIPS) sebagai indikator suku bunga riil.
Bagian 03
Inflasi dan ekspektasi inflasi
Emas telah lama dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Alasannya adalah bahwa seiring dengan berkurangnya daya beli mata uang fiat seiring waktu, nilai aset yang jumlahnya terbatas seperti emas tetap terjaga. Dalam praktiknya, hubungan ini tidak selalu konsisten. Harga emas terkadang naik selama periode inflasi dan terkadang tidak. Yang lebih penting daripada tingkat inflasi yang dilaporkan adalah apakah bank sentral dianggap tertinggal dalam menanggapi inflasi tersebut. Ketika pasar meyakini bahwa inflasi akan dibiarkan berjalan, harga emas biasanya melonjak. Ketika pasar meyakini bahwa bank sentral akan bertindak tegas, respons harga emas menjadi terbatas.
Bagian 04
Arus modal ke aset safe-haven
Selama ribuan tahun, emas telah berfungsi sebagai penyimpan nilai pada masa-masa krisis. Pasar modern mencerminkan hal ini. Ketika pasar ekuitas mengalami koreksi tajam, ketika ketegangan geopolitik meningkat, atau ketika sistem perbankan berada di bawah tekanan, emas biasanya menarik arus masuk dana dari investor yang mencari aset yang tidak berkorelasi. Arus dana ini dapat memicu pergerakan harga yang tajam dan cepat, yang sedikit hubungannya dengan kondisi makroekonomi yang mendasarinya. Peran emas sebagai lindung nilai terhadap risiko sistemik merupakan faktor yang paling tidak dapat diprediksi di antara empat pendorong utamanya, namun menjadi yang paling kuat dalam kondisi ekstrem.
Bagian 05
Permintaan dari sektor industri dan bank sentral
Ada dua sumber permintaan lain yang patut disebutkan. Permintaan emas dari sektor industri (elektronik, kedokteran gigi, perhiasan) relatif stabil dan menjadi penopang yang kokoh bagi pasar. Permintaan dari bank sentral bisa menjadi faktor yang lebih berpengaruh. Ketika bank sentral, terutama di negara-negara berkembang, menambah cadangan emasnya, harga emas sering kali naik. IMF menerbitkan data bulanan mengenai kepemilikan emas sektor resmi.
Baca selengkapnya
Tiga panduan lagi yang patut Anda simak